Menyapa Suasana

23 April 2012

Alhamdulillah, akhirnya kembali menyentuh ini blog setelah lama tak tersentuh. Perlu beradaptasi lumayan lama menjalani rutinitas baru. InsyaAlloh sudah semakin terbiasa dengan ritme kerja selama ini. Semoga berkah. Aamiin..

Kemaren siang hati tiba-tiba tergerak membongkar almari buku, yang sudah sekitar 3 tahunan tidak terutak-atik. Benar sekali.. Debu ada di mana-mana, file-file bertumpuk tidak tertata. Akhirnya saya putuskan untuk membongkarnya, menata sekaligus memilah dan memilih file mana yang sudah tidak relevan untuk dibaca.

Tak butuh waktu lama, nuansa nostalgia pun hadir seketika, tatkala menemukan file-file lama yang bercerita tentang perjalanan pasca lulus SMA. Ada catatan-catatan kecil, pemikiran-pemikiran lepas yang mengalir begitu saja, puisi, karikatur, diary, tabloid, dan majalah-majalah. Ya, semua itu terangkum dalam satu peristiwa yang disebut Dinamika. Dinamika adalah Studi Perdana Memasuki Kampus, semacam ospek yang terlaksana di Perguruan Tinggi almamater saya.

Masih teringat kuat di benak bagaimana nikmatnya menjalani kegiatan itu. Memang
ospek di almamater saya dikonsep secara berbeda dibanding kampus-kampus lain. Konsep di sini lebih menitikberatkan terhadap kemampuan mengamati, menganalisis, dan menyimpulkan dinamika politik dan kemanusiaan di Indonesia. Jadi lebih sering berkutat dengan tulisan di selembar kertasnya. Selain itu, sepanjang hari dari pagi sampe sore juga banyak kuliah umumnya, mendengarkan ceramah-ceramah dari pejabat-pejabat di lingkungan Kementerian Keuangan. Variatif sekali materi yang disampaikan. Ada reformasi birokrasi, korupsi, hingga pematangan konsep tentang prinsip-prinsip menjadi abdi bangsa, baik itu soal integritas, profesionalisme, dan kerja sama.

Sungguh luar biasa rasanya. Setiap hari musti begadang menghadapi tugas-tugas yang berjibun. Kegiatan lapangan dari pagi sampe menjelang maghrib, dilanjut dengan mengerjakan tugas kelompok yang rata-rata baru selesai jam 12 malam, dan diakhiri dengan mengerjakan tugas individual. Akibat yang didapat adalah.... artikel untuk tugas individu tidak bisa sempurna terselesaikan. Konsep kesempurnaan yang sempat didengungkan di telinga sendiri akhirnya terganti secara otomatis menjadi konsep asal jadi, asal memenuhi syarat, dan asal terlihat banyak.. Amburadul sekali. Namun itulah asyiknya, semua menjadi terasa alami, ketika tertuntut oleh waktu untuk menggoreskan tinta dari isi hati.. eeaaa...

Yah, begitulah kira-kira sebagian kecil memori yang masih tersangkut di benak ini. Masih banyak lagi sebenarnya kenangan-kenangan menantang lain, tapi bakalan sangat panjang bila diceritakan di sini. Untuk selanjutnya, saya ingin mencoba menyejarahkan apa yang pernah tergores dan terkarya di lembaran kertas yg terjumpa di almari itu di Selembar Kata ini. Tulisan-tulisan sederhana yang mengalir begitu saja tanpa pemikiran yang terlalu lama, yang keluar dari otak tatkala cahaya mata sudah mencapai ambang batas kengantukannya. Semoga bermanfaat bagi para pembaca yang budiman.

-dalam hangat suasana bersama indahmu-

0 komentar:

Posting Komentar