26 Januari 2012
"Bola adalah hiburan seantero rakyat, sayang sekali bila dijadikan makanan birokrat"
![]() |
| Taken from Google |
Sebenarnya masalah yang mendasari sangat sederhana, yakni perbedaan idealisme tentang konsep profesionalisme dalam sepak bola. Namun,
entah mengapa perbedaan tersebut sangat ditonjolkan oleh masing-masing kubu yang berseteru, bukannya malah dileburkan agar menjadi satu, satu yang terharmonisasi. Padahal menurut saya, semuanya berangkat dari semangat yang sama, yakni untuk memajukan persepakbolaan Indonesia.
![]() |
| Taken from Google |
![]() |
Taken from Google
|
* * *
"Sepak bola: kawan, sahabat, dan guru"
Sudah lebih dari 22 tahun saya menghirup segarnya udara negeri ini. Beragam peristiwa sudah saya jalani berikut segala dinamisasinya. Tentang cita-cita, syukur, semangat, perjuangan tanpa henti, keluarga, cinta, dan sepak bola. Begitulah sekelumit esensi hidup yang (sementara ini) bisa saya rangkai. Dan sepak bola, saya sadari ternyata mampu merangkum seluruh esensi hidup tersebut.
Ya, sepak bola sudah menjadi teman hidup saya sedari kecil. Sepulang sekolah, hampir tak ada aktivitas lain selain bermain bola. Entah mengapa selalu ada sebuah kenikmatan tersendiri ketika memainkan si kulit bundar bersama kawan-kawan. Panas dan hujan tak pernah mampu menghalangi kami. Meskipun terlahir bukan dari keluarga penghobi olahraga lebih-lebih sepak bola, saya sangat mencintai olahraga ini. Bagaikan seorang lelaki mencintai (
![]() |
| Taken from Google |
![]() |
| Taken from Google |
![]() |
| Taken from Google |
- nilai ke-1. Ketika Anda berposisi sebagai penyerang, Anda diharapkan membantu pertahanan sewaktu diserang. Ketika Anda berposisi sebagai pemain bertahan, Anda tetap diperbolehkan untuk mencetak gol. Satu poin nilai keluwesan dan fleksibilitas telah kita pelajari.
- nilai ke-2. Pada saat teman menggiring bola, kita dituntut untuk mencari posisi sebaik mungkin, agar teman kita merasa mudah untuk mengoper bola, sehingga serangan menjadi efektif. Pada saat itulah kita belajar nilai kerjasama/teamwork dan saling pengertian.
- nilai ke-3. Pada saat permainan aktif, ketika kita melihat pemain lawan sedang mengalami cedera, kita sepatutnya membuang bola ke luar lapangan pertandingan agar wasit menghentikan pertandingan untuk sementara dan memberikan kesempatan terhadap pemain tersebut untuk mendapatkan perawatan medis. Pada saat itulah kita belajar arti toleransi dan kemanusiaan.
- nilai ke-4. Pada saat kita dilanggar pemain lawan, sekeras apapun pelanggaran itu, kita sepatutnya menerima uluran tangan lawan sebagai simbol permintaan maaf dan simpatinya. Pada saat itulah kita belajar arti kebesaran jiwa dan profesionalisme.
- nilai ke-5. Dalam hal kompetisi antar negara, pada saat tim lawan akan mengumandangkan lagu kebangsaannya, alangkah baiknya kita berdiam sejenak, memberi kesempatan bagi mereka untuk menghayatinya. Pada saat itulah kita mendapatkan satu poin berharga tentang betapa pentingnya menghormati dan menghargai hak orang lain.
![]() |
| Taken from Google |
-dengan penuh penghayatan-








0 komentar:
Posting Komentar